Manajemen Laktasi Ibu Bekerja

Manajemen Laktasi Ibu Bekerja

Sobatku para pejuang ASI,
ASI adalah asupan terbaik di dunia untuk bayi manusia, susu formula semahal apapun tak dapat menyaingi ASI karenanya ASI LAYAK DIPERJUANGKAN. Untuk dapat sukses menyusui, Sobat perlu pengetahuan dasar sehingga dapat memberikan ASI secara optimal. Permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul harus segera diantisipasi. Berikut adalah langkah-langkah dan persiapan mudah untuk sukses menyusui baik untuk sobat yang working mom maupun full time mom.

HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN
a. Saat kehamilan
· Cek bentuk puting
Saat hamil, persiapan menyusui yang perlu Bunda lakukan adalah memeriksa bentuk puting payudara. Kelancaran proses menyusui memang dipengaruhi banyak hal dan bentuk puting yang tidak normal juga termasuk faktor yang dapat menyulitkan proses pemberian ASI. Misalnya saja flat nipples (putting datar) atau inverted nipples (ada bagian puting yang masuk ke dalam). Puting datar terjadi akibat adanya pelekatan yang mengakibatkan saluran susu lebih pendek dari biasanya dan menarik puting susu ke dalam. Kelainan ini merupakan bawaan sejak lahir, namun dapat juga berkembang menjadi demikian pada masa pubertas.

Berikut gambaran bentuk-bentuk puting:

Bentuk putting datar yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyulitkan proses menyusui terutama jika mulut si kecil tidak dapat “menangkap” puting dengan benar. Masalah berikutnya yang dapat muncul adalah puting menjadi lecet atau bahkan berdarah dan bayi enggan menyusu. Bunda sebaiknya mengatasi masalah ini dengan benar dan tepat sedini mungkin. Penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas di tulisan mengenai berbagai masalah dalam menyusui.

a. Saat akan dan sesaat setelah melahirkan di rumah sakit

· Pilihlah rumah sakit yang pro laktasi
Untuk kesuksesan menyusui, Sobat perlu dukungan dari rumah sakit. Pastikan rumah sakit atau klinik bersalin yang sobat pilih pro laktasi, yakni rumah sakit yang menerapkan rawat gabung, maksudnya ibu dan bayi dirawat di ruang rawat yang sama.

· Inisiasi dini dan pastikan si kecil mendapatkan kolostrum
“Dengan melakukan inisiasi menyusu dini, satu dari empat kematian bayi dibawah umur 28 hari dapat dihindarkan. Jika semuanya melakukannya, satu juta kematian bayi bisa terhindarkan,” Dr.Utami Roesli

Inisiasi menyusu dini atau early initiation of breast feeding sangatlah penting untuk kesuksesan ASI eksklusif si kecil. Ibu Dr. Utami Roesli menjelaskan bahwa bayi lahir normal yang dipisahkan dari ibu (tidak menjalani inisiasi dini dan rawat pisah) 50 % nya tidak bisa menyusu sendiri, sedangkan bayi yang lahir dengan obat-obatan atau tindakan dan dipisahkan dari ibu 100% tidak dapat menyusu. Untuk itu pastikan bayi sobat menjalani inisiasi dini. Lebih lanjut mengenai inisiasi dini, sobat dapat membaca makalah dari ibu Dr. Utami Roesli di: http://www.scribd.com/doc/11507844/Inisiasi-Menyusu-Dini-Dan-Asi-Perannya-Menurunkan-Kematian-Bayi-Dan-Anak24-Jan-08

Sobat pasti tidak asing dengan istilah kolostrum. Refresh saja, Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Maka itu, inisiasi dini dan rawat gabung sangat penting karena pada awal-awal kehidupannya inilah si kecil memerlukan kita berada didekatnya untuk menyusui.

· Hati-hati dalam minum obat
Obat-obatan pasca melahirkan juga perlu diperhatikan, obat-obatan tertentu dapat menghambat atau menurunkan produksi ASI. Hati-hati untuk penggunakan obat herbal atau obat china, konsultasikan dulu kepada dokter kandungan mengenai efek samping obat-obat yang sobat minum. Pengalaman beberapa ibu yang meminum obat herbal tertentu pasca bedah sesar yang diminum untuk mempercepat kesembuhan luka sesar malah membuat ASI tidak keluar.

· Cukup istirahat
Usahakan cukup istirahat. Jika bayi tidur, gunakan waktu ini untuk istirahat, tidurlah juga. Jika tengah malam si kecil terus menangis minta ASI sedangkan ASI belum juga keluar, susui saja, biarkan si kecil menghisap payudara kita. Jika kita sudah super lelah dan bayi belum tenang juga.. mintalah bantuan suami, keluarga atau suster di rumah sakit untuk menjaganya sementara untuk beberapa jam. Gunakan waktu itu sebaik-baiknya untuk tidur. Kurang tidur membuat fisik kita jadi lemah, tidak segar dan stres, situasi ini tidak baik untuk kelancaran keluarnya ASI. Setelah tidur beberapa jam, kembali upayakan ASI.

b. Masa cuti melahirkan yang menyenangkan

Bulan pertama pasca melahirkan
Pada bulan pertama pasca melahirkan, produksi ASI belum stabil. Payudara bagai pabrik susu yang baru buka dan belum tahu berapa besar permintaan pasar. Sehingga payudara akan memproduksi ASI banyak, makanya ASI seringkali merembes keluar. Saat inilah masa-masa emas untuk memanipulasi demand akan asi sehingga produksi ASI terus banyak seterusnya. Berikut adalah yang sebaiknya kita lakukan:
ü Susui bayi secara langsung setiap kali bayi meminta atau minimal setiap 2-3 jam sekali. Jika si kecil tidur terlalu lama, maka bangunkan untuk disusui, caranya bisa dengan dicium, dikilikitik atau diusap lembut dengan air sehingga ia tidak nyaman dan langsung mencari ASI.
ü Rutinlah mengosongkan ASI dari payudara. Lakukan minimal sekali sehari pada saat ASI terasa penuh. ASI biasanya penuh pada dinihari sekitar pk. 01.00 – 02.00, saat inilah saat yang tepat untuk mengosongkan ASI karena biasanya si kecil sedang terlelap. Namun saya pribadi, jika masih tertahankan, saya mengosongkan ASI pk. 03.00-04.30 karena biasanya tengah malam si kecil bangun sehingga saat si kecil terlelap saya gunakan untuk tidur juga. Saya mengosongkan ASI setelah shalat malam atau menjelang sholat subuh.
ü JANGAN BERIKAN SUFOR jika ASI sobat cukup. Indikator ASI cukup akan dijelaskan lebih lanjut di artikel lain.

Bulan kedua dan ketiga
ü Kebiasaan baik di bulan pertama harus terus dilanjutkan. Jika pada bulan pertama ASI dipompa dan dibuang (karena toh kita bersama si kecil sepanjang waktu) maka mulai akhir bulan kedua mulailah menabung ASIP. Hasil ASI perahan yang dilakukan di dinihari disimpan dalam tempat penyimpanan ASIP. Media terbaik penyimpanan ASI adalah botol stainless (tapi harganya mahal sekali), kedua botol kaca, ketiga botol plastik/kantong ASI BPA free, keempat botol plastik polycarbonate. Intinya tempat penyimpanan ASI harus kedap, tidak boleh ada cairan atau udara yang dapat masuk ke dalam botol atau kantong ASI. Tes botol ASIP yang sobat beli dengan cara isi dengan air lalu posisinya dibalik atau diayun-ayun dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Beberapa merk botol kaca tutupnya belum sempurna sehingga ada cairan yang keluar.
Jika cairan dapat keluar berarti kuman dari luar juga dapat masuk. Jadi.. selektiflah dalam memilih botol ASIP.
Ingatlah untuk selalu memberi tanggal perah dan tanggal kadaluarsa di setiap botol atau ASIP

ü Latihlah bayi minum ASIP dengan cara disendoki. Kebanyakan bayi tidak sabar, sehingga akhirnya kita terpaksa memberikannya melalui dot juga. Minum ASIP dengan disendoki bertujuan untuk menghindari bingung putting, jika terpaksa memberikan ASIP melalui dot, latihan dilakukan mulai dua minggu menjelang kerja, jangan full day, cukup sekali sehari sehingga si kecil tidak menolak disusui kita.

c. Kembali bekerja
Kini saatnya kembali bekerja setelah tiga bulan lamanya menjadi full day mom. Bekerja bukanlah halangan untuk memberikan ASI eksklusif. Dengan kesungguhan, ketekunan dan komitmen penuh, kita bisa sukses menyusui 6 bulan tanpa SUFOR bahkan 2 tahun tanpa SUFOR.
Hal-hal yang harus dilakukan:
ü Perahlah ASI sebanyak si kecil minum ASI selama kita tinggal kerja. Sebutlah kita berangkat dari rumah pk. 07.30 dan kembali pk.19.30 atau 12 jam diluar. Si kecil biasanya minum ASI setiap 2-3 jam sehingga jika ditinggal 12 jam dia minum susu sekitar 5 kali.. Jadi perahlah ASI 5 kali sehari. Perahan pertama yaitu dinihari seperti yang telah dilakukan sejak si kecil berusia 1 bulan. Kedua pk. 09.00, ketiga pk. 12.00, ketiga pk. 15.00 dan keempat pk. 17.30.
ü Tetaplah memerah ASI minimal sekali sehari di hari libur dan menyusui langsung selama kita bersama si kecil. Janganlah memberikan ASIP ketika kita bersama si kecil.

TIPS MEMOMPA ASI DENGAN BREAST PUMP

1. Persiapan
ü Cucilah tangan dengan sabun dan peralatan memompa (breast pump) dengan sabun khusus cuci peralatan makan bayi atau sabun cuci piring food grade. Sterilkan peralatan pompa dengan air minum yang mendidih, atau jika tidak ada air mendidih, gunakan air dispenser yang panas.
ü Siapkan air minum hangat untuk diminum saat memompa
ü Bawalah foto atau handphone yang berisi foto atau video si kecil.
ü Gunakan tempat yang nyaman, bersih dan tertutup untuk memompa. Misalnya pompalah ASI di kamar ketika kita di rumah, ruang laktasi atau toilet yang bersih ketika di kantor atau di luar rumah.
ü Buatlah dirimu santai, tenang dan nyaman, misalnya dengan mendengarkan music atau bersenandung, melakukan gerakan relaksasi bisa membuat kita lebih santai

2. Proses memompa
ü Rakit breast pump sesuai dengan petunjuk pemakaian. Beda breast pump beda pula cara merakitnya.
ü Buka bra lalu bersihkan puting dengan air minum dan keluarkan sedikit ASI lalu oleskan di daerah aerola sebagai desinfektan.
ü Kompres payudara dengan air hangat agar pembuluh darah kedaerah payudara melebar sehingga darah yang mengalir ke payudara lebih banyak, karena bahan baku ASI adalah darah.
ü Pasang corong tepat di payudara kita, cari posisi yang tepat dan nyaman, lalu mulailah pompa ASI dari payudara kanan dan kiri secara bergantian sampai akhirnya sulit keluar. ASI yang pertama keluar adalah foremilk yang berwarna putih encer. Foremilk ini berguna untuk menghilangkan rasa haus bayi, memiliki kandungan lemak yang rendah dan tinggi protein.
ü Jika ASI sudah sulit keluar dan belum ada tanda-tanda muncul LDR (Let Down Reflect alias ASI “meluncur” sendirinya dengan deras), tutuplah kembali bra, minumlah air hangat kemudian lihat foto/video si kecil dan kilikitik puting dari luar bra lalu tunggu sebentar sampai payudara terasa “terisi” dan mulailah kembali memompa. Mengelitik putting dari luar bra bertujuan untuk menstimulus agar ASI keluar, teknik yang sama dengan yang dilakukan oleh bayi kita. Coba saja perhatikan cara si kecil menyusu: 1) menyedot payudara dengan cepat dan memainkan puting 2) menunggu beberapa saat 3) menyusu dengan ritme yang lebih teratur.
ü LDR dapat muncul beberapa kali, jadi jika saat “memancing LDR” pertama selesai dilakukan namun kita belum mencapai target atau merasa bisa menghasilkan ASI lebih banyak, lakukan teknik diatas berulang-ulang. Memompa ASI hingga payudara benar-benar kosong biasanya dilakukan dalam 15-45 menit. ASI yang keluar belakangan biasanya lebih pekat, ASI yang demikian dinamakan hindmilk. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak. Semakin pekat hindmilk menunjukkan bahwa payudara kita mulai kosong.
ü Finishing touch dilakukan dengan memerah ASI dengan tangan untuk memastikan payudara benar-benar sudah kosong. Memompa dengan tangan juga bertujuan untuk memijat payudara.

3. Setelah memompa
ü Langsung alokasi ASI ke botol-botol ASIP sesuai dengan porsi minum si kecil. Satu botol untuk sekali minum. Ini untuk memudahkah baby sitter atau keluarga dirumah dalam memberikan ASIP (tinggal mengganti sealing disc dengan dot) serta untuk meminimalkan ASI terbuang. Isilah tiap botol mulai 60-120ml tergantung jumlah ASI yang biasa diminum bayi.
ü Langsung cuci kembali peralatan memompa dengan sabun cuci botol food grade dan disimpan di tempat yang tertutup kering dan bersih agar sewaktu-waktu akan digunakan kembali tinggal disterilkan saja.

Berikut ilustrasi mudahnya:

Catatan penting:
1. Jangan menunggu payudara terasa penuh dulu baru memompa ASI. Perahlah ASI sesuai dengan jadwal minum si kecil yaitu setiap 2,5 – 3,5 jam sekali. Memompa ASI dengan menunggu payudara bengkak tidak jaminan ASI yang keluar lebih banyak dibandingkan memompa secara teratur. Memompa secara teratur dapat memanipulasi bahwa ada demand yang banyak terhadap ASI sehingga secara gradual payudara memproduksi lebih banyak ASI.
2. Cucilah segera peralatan memompa dengan sabun food grade agar lemak susu yang menempel mudah dibersihkan. Informasi bahwa peralatan bekas memompa cukup disimpan di freezer pasca memompa tidaklah tepat karena menyimpan di freezer tidak berarti kumannya mati.
3. Saat akan menggunakan peralatan memompa, pastikan semuanya dalam suhu normal atau tidak boleh panas, karena peralatan yang panas dan langsung mengenai ASI dapat merusak komposisi ASI.
4. WAJIB BERPIKIR POSITIF bahwa ASI akan keluar dengan banyak meskipun di awal foremilk yang keluar hanya sedikit. Pengalaman saya pribadi meskipun foremilk hanya dapat 5 ml, dengan optimism dan teknik diatas Alhamdulillah akhirnya bisa memompa ASI 70ml – 120ml (cukup untuk sekali minum si kecil).

CARA MENGELOLA ASI Perahan
Simpanlah ASIP di tempat yang bersih dan aman, jika sobat memompa ASI di kantor dan menggunakan kulkas yang digunakan bersama, maka ingatlah untuk memberikan label nama sobat dan tanggal perah. Jika kulkas tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai makanan dan minuman, maka simpanlah ASIP dalam container terpisah (simpan dalam kotak plastic kedap udara) agar tidak terkontaminasi oleh aroma atau kuman dari penghuni lainnya.
Berikut adalah petunjuk pengelolaan ASIP dari La Leche Leage International dan beberapa sumber lain.

1. Petunjuk penyimpanan ASIP:


Catatan: Bila tidak sangat terpaksa, umumnya para dokter tidak menyarankan penyimpanan ASI di freezer. Sebab, ASI yang telah disimpan di freezer akan kehilangan beberapa jenis antibodi yang dibutuhkan bayi.

2. Media Penyimpanan ASIP
Menurut informasi dari dr. Utami Roesli (http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=4&pg=ate&emonth=02&eyear=2005 ), media yang terbaik untuk menyimpan ASI adalah botol dari stainless steel (baja antikarat), namun ini tidak banyak dijual. Pilihan terbaik kedua adalah botol yang terbuat dari gelas (kaca), dan terbaik ketiga botol plastik. Pilihan terakhir adalah menyimpan ASI perah di dalam plastik yang lembek, sebab akan banyak zat-zat di dalam ASI yang akan tertinggal (menempel) pada dinding plastik, sehingga bayi akan kekurangan zat-zat tersebut.
Jadi.. media penyimpan ASI bisa diperingkatkan sebagai berikut:
#1. Botol Stainless Steel (tahan karat)
#2. Botol Kaca dengan tutup tahan karat dan tertutup rapat
#3. Botol Plastik BPA free
#4. Botol susu yang belum BPA free tapi lulus BP POM
#5. Kantong ASI
#6. Kantong plastic food grade untuk menyimpan makanan

Tips menyimpan ASIP:
ü Pastikan botol dapat ditutup dengan rapat dan tidak ada cairan yang dapat keluar dari botol.
ü Container (botol atau kantong ASI), jangan diisi sampai benar-benar penuh. Sisakan beberapa inchi space atau tempat untuk ASI itu memuai jika dibekukan. Jika kepenuhan, botol plastic akan menggelembung dan botol kaca akan pecah saat ASI itu membeku.
ü Disposable bottle liners tidak direkomendasikan untuk digunakan berisiko terkontaminasi.
ü Kantong ASI kurang tahan lama dan kurang kuat sehingga berisiko untuk bocor. Beberapa jenis plastic juga dapat merusak komposisi gizi ASI.
ü Tempelkan informasi nama bayi sobat, tanggal perah, tanggal kadaluarsa dan jumlah ASIP dengan label khusus untuk botol. Jika tidak punya, masukkan botol dalam kantong plastic kiloan dan tulis informasi tersebut di plastic dengan menggunakan spidol. Menempelkan label pada botol seringkali menyisakan lem yang susah dibersihkan.
ü Jika terpaksa menyimpan ASI di freezer, simpanlah di bagian dalam jangan dipintu karena jika di pintu suhunya lebih fluktuatif karena sering dibuka tutup.

3. Best practice mengelola ASIP untuk ibu bekerja:
ü Hari senin-kamis: simpanlah ASIP dalam botol-botol ASIP masing-masing dalam porsi satu kali minum. Botol-botol ASIP tersebut disimpan di kulkas (suhu < 4o C), jangan dibekukan. Berikan ASIP tersebut kepada bayi untuk keesokan harinya atau jika ada sisa maksimal digunakan dalam 48 jam setelah dipompa.
ü Hari Jumat: simpanlah ASIP dalam botol-botol ASIP masing-masing dalam porsi satu kali minum. Simpan sekitar 1 jam di kulkas kemudian simpan di freezer. Berikan label info tanggal perah. ASIP ini untuk cadangan.
ü Sabtu dan Minggu: Susui bayi secara langsung dan tetap memerah ASI di pagi hari atau saat sudah terasa penuh namun si kecil belum ingin disusui, simpan ASIP dalam botol sejumlah porsi sekali minum dan simpanlah di kulkas tidak perlu dibekukan. ASIP ini untuk diberikan hari senin. Jika hasil perahan sabtu dan minggu tidak memadai, maka ambil dari cadangan dengan menggunakan system FIFO (first in first out), ambil yang tanggal perahnya paling lama namun belum kadaluarsa ini berlaku jika cadangan ASIP sobat ga banyak, tapi kalau cadangan ASIP berlimpah gunakan system LIFO (Last In First Out) dengan cara mengambil ASIP beku terbaru agar kesegaran dan kadar gizi ASIP tetap yang paling optimal.

4. Cara Menghangatkan dan memberikan ASIP
ü Rendam ASIP dalam air biasa sampai cair lalu rendam dalam air hangat.
ü Jangan rendam ASI dalam air panas apalagi dididihkan, karena merendam ASI dalam air panas melebihi 62o C selama 30 menit dapat merusak 30% komponen kekebalan yang terdapat pada ASI.
ü Kocok ASI dalam botol sebelum mengetes temperature ASI. Ini berguna untuk mendistribukan krim dan air susu (adalah normal jika krim/bagian lemak dan air susu terpisah saat ASI disimpan), kocok lembut saja, karena mengocok dengan terlalu keras akan membunuh komponen hidup yang ada di ASI. Tes temperature dengan meneteskan pada punggung tangan. Jika cukup hangat, bisa langsung diberikan ke si kecil.
ü Jangan gunakan microwave oven untuk menghangatkan ASI.

5. Ciri-ciri ASIP basi
ü Telah disimpan melebihi batas maksimal sebagaimana dijelaskan diatas
ü Ada perubahan warna, rasa dan bau (bisa salah satunya saja)

Demikianlah sobat.. semoga bermanfaat ya.. Happy mothers, breastfed babies.
HAPPY BREASTFEEDING!

_________________________________________________________________________
Referensi:
1. Majalah Ayah Bunda edisi khusus “KIAT SUKSES MENYUSUI”
2. Storing Breast Milk, http://www.lansinoh.com/breastfeeding/storing-breastmilk
3. Cara Tepat Menyimpan ASI http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=4&pg=ate&emonth=02&eyear=2005
4. Inisiasi Menyusu Dini http://www.scribd.com/doc/11507844/Inisiasi-Menyusu-Dini-Dan-Asi-Perannya-Menurunkan-Kematian-Bayi-Dan-Anak24-Jan-08
5. I’m confused about foremilk and hindmilk – how does this work? http://www.kellymom.com/bf/supply/foremilk-hindmilk.html
6. Breastfeeding FAQs: Safely Storing Breastmilk http://kidshealth.org/parent/growth/feeding/breastfeed_storing.html

Komentar ditutup.